Corporate Social Responsibility Program By

PT . TOTAL QUALITY INDONESIA

arca mahanandhi

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

Perhatian Pemerintah

Tak ayal lagi arca “The Highly Important bronze Gold Figure of Nandi with Relic” mendapat pengakuan dari berbagai pihak, karena keunikan dan kelangkaannya. Pada tanggal 29 Maret 2011, junus Satrio Atmodjo yang pada waktu itu masih menjabat sebagai Direktur Peninggalan Purbakala Kementrian Kebudayaan da Periwisata, menuliskan bahwa Maha Nandi dapat dikategorikan sebagai “Master Piece” Indonesia dengan kelangkaanya tidak tergantikan dan sebagai satu-satunya di dunia arca Nandi dengan ekor tegak dan kepala menengadah ke atas dengan relic suci didalamnya sebagai tanda penyatuan dewa Siwa dalam diri Nandi.

 

Pemerintah Indonesia menyambut baik penemuan arkeolog yang ada, sehingga kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur, Aris Soviani segera menerjunkan 2 arkeolog senior Trowulan, Ni Ketut Wardhani dan Ahmad Kholif Yulianto, untuk mendaftarkan Maha Nandi sebagai benda cagar budaya era hindu Budha utuh bernomer 3578/B/33 pertanggal20 April 2011.

 

 

 

 

 

 

 

 

Penelitian Sebuah "Harga"

Pada tanggal 23 Maret 2011, Hubert Grand Tufai CSP principal sebuah balai leleng internasional dari London mengumpulkan beberapa ahli untuk melakukan serangkaian penelitian melalui teknologi pencitraan arca yang dikirim keluar negri, melakukan Ancient Soil test , Bronze test, Gold UV test, Patina test, atas arca Maha Nandi yang kemudian secara internasional disebut “The Highly Important bronze Gold Figure of Nandi with Relic”. Diperkirakan penemuan arkeologi ini senilai 2 hingga 6 juta USD di meja lelang. Namun pada akhirnya upaya membawa benda Cagar Budaya Indonesia ke Luar Negri tersebut, dapat digagalkan oleh Nusi Lisabilla da Dedah R.Sri Handar, pejabat museum Nasional Indonesia yang dengan kesungguhan hati memberikan pengertian yang benar tentang pentingnya perlingdungan Benda Cagar budaya sesuai UUCB no 11/2010 kepada kolektor Maha Nandi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Rahasia Relic Suci Terkuak

Keberadaan arca mahanandi juga mengundang perhatian Soegardo Indra Praptono, dan Toni Sumartono Radiographer senior dari rumah sakit Dr.Soetomo Surabaya untuk mengadakan serangkaian uji coba dan penelitian eksperimentasi untuk mengetahui keberadaa Relic dengan menggunakan X-Radiograph, akhirnya pada tanggal 16 Februari 2011, penelitian berakhir dan terbukti adanya Relic suci di dalam arca Maha Nandi, hal ini sejalan dengan penemuan arca emas pasangan dewa yang saling berpegangan tangan (koleksi Museum Nasional) penemuan di Gua Gunung Seplawan, Donorejo, Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Menurut referensi Martowikrido 1999:41, bahwa benda-benda suci dimasukkan sebagai relic untuk “mengundang kehadiran dewa” (Domela Nieuwenhuis, 1983) bahkan disebutkan tanpa relic kegiatan ibadah tidak sempurna bahkan membahayakan (dewa marah) dengan demikian terbukti praktek memasukkan relic ke arca adalah praktek Hindu Budha yang sudah berkembang jauh sebelum abad ke-9 Masehi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebuah Penemuan Tak Terduga

Tersebutlah tahun 1998, sebuah arca perunggu Maha Nandi (disebut “Maha” karena “ke-raya-an” ukiran nandi dan lapisan emas diluarnya) untuk pertama kalinya diterima oleh keluarga (Alm.) Poen Tjie Djiang, dari penemuan penggalian tidak disengaja di wilaya Jogjakarta, sebuah Arca Perunggu penuh suasa emas kuno dan patina otentik yang sangat indah dan langka dengan relic suci Siwa didalamnya, penemuan tidak dingaja ini baru mendapat perhatian dunia setelah 12 tahun kemudian, ketika arca dihibahkan kepada keluarga Yan Tek Hao dan dapat diselamatkan oleh Total Quality Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peran Utama Arca Maha Nandi

Sebagai Dewa Utama Siwa dalam aliran Hindu Saiwa memiliki kendaraan suci yaitu sebuah Lembu Kemakmuran yang bernama Nandi yang adalah dewa utama dari Peradaban Agraris Lembah Hindus. Nandi dikenal sebagai Pasupasti. Yang dipuja sebagai penjaga agraris. Beberapa Purana (kitab suci), menjelaskan Nandi atau Nandishwaram sebagai lembu sukacita yang memiliki aspek Siwa, maka tidak mengherankan jika Nandi digambarkan menyatu dan tersenyum bersama tuannya.

 

Arca Nandi adalah pertanda keberadaan agama Hindu Saiwa, Kuil Nandi selalu berada di depan Kuil Maha Dewa dan pemujaan terhadap Nandi merupakan awal pemujaan terhadap Siwa. Penemuan arkeolog arca-arca pemujaan dari batu beralih ke perunggu membuktikan bahwa praktek penyembahan terhadap para dewa telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi pengecoran logam pada masanya.

 

 

 

 

 

 

More Articles...

  1. Prasasti dan Dinasti