Corporate Social Responsibility Program By

PT . TOTAL QUALITY INDONESIA

arca mahanandhi

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

Benarkan Arca Maha Nandi itu ASLI?

Dalam setiap penemuan benda purbakala yg dilakukan, selalu menimbulkan pro dan kontra, namun yg terpenting adalah bagaimana sebuah keaslian sebuah benda cagar budaya dapat dibuktikan secara ilmiah bukan hanya argumen provokatif yg tidak didasari penelitian ilmiah.

Penelitian Arca Maha Nandi dilakukan 2 kali di Badan Tenaga Nuklir Nasional yogjakarta yang dilakukan dengan dua  pendekatan yaitu kualitatif pada tanggal 21 Februari 2012  dan kuantitatif  25 Februari 2012. Penelitian ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Timbul Haryono M,Sc.,Dr. Mulyono, Dr. Iswantoro dan dibawah pengawasan langsung Prof. Drs. Samin Prihatin.

Penelitian ini menemukan ada delapan unsur logam yang terdapat di Arca Maha Nandi. Kadungan logam wilayah padmasana: Fe 132 01.81%, Ni 2113 28,61%, Cu 3158 42,76%, Zn 499 06,75%, Pb 77 01.04%, Ag 55 00.74%, Sn 940 12,73%, Sb 94 01,27%, Au 240 03,25%, dan kandungan logam wilayah ekor terdiri dari Fe 99 02,42%, Ni 97 02,37%, Cu 1952
47,76%, Zn 1148 28,09%, Pb 46 01,12%, Ag 16 00,36%, Sn 535 13,09%, Sb 54 01,32%, Au 99 02,42.


Hasil penelitian ini menginspirasi seorang guru besar bidang arkeologi Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta yang juga secara langsung memimpin penelitian terhadap Arca Maha Nandi Prof. Dr. Timbul Haryono M.Sc.   untuk menulis buku yang berjudul "Maha Nandi dalam Persepektif Arkeometalurgi".  Ini menunjukan bahwa Arca Maha Nandi ini mempunyai keistimewaan dimata para ilmuan bidang arkeologi.

Selain tersusun dari 8 unsur logam Arca Maha Nandi ini juga mempunyai keistimewaan yaitu adanya relic yang ada di dalamnya. Penemuan Relic Ini , kata Johan Yan sebenarnya diawali dari rasa penasaran atas kejanggalan ketika arca ini difoto menggunakan HP. " Cahanya selalu terfokus pada bagian perut," Kata Dia. Lalu dia berinisiatif melakukan uji menggunakan  sinar x-ray. Awalnya disebuah laboratorium medis. Tapi dari hasil x-ray disana ternyata tidak mampu menembus logam arca itu. kemudia dilakukan uji sinar x-ray lagi di RSUD dr Soetomo pada tanggal 16 Februari 2012. Metode yg dipakai adalah teknologi X-Ray Digital 130 KV dengan Automatic Exposure  non destructive technique.

Dari hasil itu diketahui ada semacam logam emas di dalam perut arca ini yang tiada lain merupakan relic.Relic dalam referensi Domela Niewenhuis (1983) disebutkan sebagai benda suci yang dimasukkan ke dalam benda pemujaan untuk ‘mengundang’ kehadiran dewa. Penemuan relic ini sama dengan temuan arca emas pasangan dewa yang saling berpegangan tangan oleh Martowikrido tahun 1999  di Gua Gunung Seplawan, Donorejo, Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah.

Junus Satrio Atmodjo Direktur Peninggalan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pada 29 Maret 2011 dalam surat elektroniknya ke Johan Yan menuliskan arca ini sebagai masterpiece Indonesia. Ini karena kelangkaannya yang tidak tergantikan. “Ini adalah satu-satunya arca Nandi dengan ekor tegak dan kepala menengadah ke atas dengan relic suci di dalamnya sebagai tanda penyatuan dewa Syiwa dalam diri Nandi. Biasanya arca Nandi yang ditemukan di Nusantara, kepalanya datar ke depan, dengan ekor ke samping menempel pada tubuh,” kata Johan Yan.

Lebih lanjut pemerintah lewat Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sudah mendaftarkan arca ini sebagai benda cagar budaya era Hindu-Budha utuh dengan nomor 3578/B/33 pada tanggal 20 April 2011.Pendaftaran arca ini sebagai benda cagar budaya dilakukan setelah melakukan serangkaian penelitian mendalam oleh 2 arkeolog senior Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur.

Ketika ditanya ada sementara oknum yang mengatasnamakan "arkeolog" yang menyangsikan keaslian arca Maha Nandi, dengan tersenyum Johan berkata "orang pintar minum tolak angin, kalau dia pintar pasti mendasari argumennya dengan laporan ilmiah dan penelitian Laboratorium",.. Senyum penuh arti, selamat!!