Corporate Social Responsibility Program By

PT . TOTAL QUALITY INDONESIA

arca mahanandhi

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

Tumpek Landep Benda Cagar Budaya Upaya aktif masyarakat bali menyelamatkan benda cagar budaya Indonesia

Total Quality Indonesia mengadakan program CSR (corporate social responsibility) upacara tumpek landep dan pasupati Benda Cagar Budaya Arca Maha Nandi, lembu wahana Dewa siwa yang berusia 1200 tahun senilai 6 juta USD di balai lelang International, Arca perunggu emas Maha Nandi, adalah sebuah arca wahana dewa siwa yang pertama kali ditemukan dalam kondisi ekor tegak dan kepala menengadah ke atas dengan Relik suci didalamnya sebagai tanda penyatuan dewa Siwa dalam diri Maha Nandi. Maha Nandi duduk di Padmasanaganda, dengan hiasan sulur-suluran geometris di Punggung dan Mahkota. Temuan Arca logam wahana dewa siwa yang sangat langka dan memiliki nilai yang sangat penting didalam khasanah ilmu arkeologi, sebab ditemukan dalam kondisi utuh, memiliki relik, berinskripsi dan lengkap dengan lak penutup relik. Pada konggres Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia lalu, Arca Maha Nandi mendapat apresiasi luar biasa dari ratusan arkeolog, hingga saat ini Arca Maha Nandi menjadi topik disertasi dan penelitian dari Prof. Dr. Timbul Haryono Msc. diharapkan setelah moment Tumpek Landep ini, pada bulan Agustus mendatang akan diterbitkan buku tentang Arca Maha Nandi oleh Prof. Dr. Timbul Haryono Msc, berjudul "Arca Maha Nandi Dalam Perspektif Arkeometalurgi"

 

30 Juni 2012 lalu, secara khusus Arca Maha Nandi diberkati pada hari Tumpek Landep oleh: Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Puspa. Prosesi upacara dilakukan dalam persiapan spiritual sejak tanggal 28 Juni dan mencapai puncaknya tanggal 30 Juni 2012 pada hari raya tumpek landep, Hari Tumpek Landep sendiri jatuh setiap 210 hari sekali, dan uniknya selalu jatuh pada hari sabtu. Upacara ini juga digelar sebagai wujud terima kasih kepada Yang Maha Kuasa atas limpahan karunia yang ada di muka bumi.


Tumpek  Landep merupakan salah satu hari suci  dalam agama Hindu, yang masih berhubungan  dengan hari turunnya ilmu pengetahuan, yakni hari raya Saraswati. Dalam  perayaan Tumpek Landep masyarakat secara simbolis melakukan upacara untuk berbagai macam benda-benda yang terbuat dari logam. Dan upacara Tumpek Landep yang dilakukan di : Banjar ambengan peliatan, Ubud Bali disaksikan oleh Anak Agung gede Dalem Sudarsana dari Puri Dalem Gelodan Nyar tengah dauh pura madya. Pada pelaksanaan Upacara tumpek landep juga disertai dengan tanda tanda alam yang luar biasa, langit yang mendung, pusaran awan dilangit dan keluarnya sinar matahari memecah gelapnya langit,  serta bergeraknya sinar matahari membentuk garis lurus ke pusat sesaji dimana Arca Maha Nandi diletakkan. Fenomena ini dipercaya masyarakat bali sebagai berkah Sang Hyang pasupati kepada arca maha Nandi dan masyarakat bali secara umum.

Upacara tumpek landep yang sangat unik tersebut juga mendapat perhatian puluhan pengusaha yang hadir diantaranya adalah Agung Tjahjono, pengusaha Gandarasa resto Ubud, asal semarang. Dalam kesempatan ini, Agung menambahkan, "Seharusnya pelestarian benda cagar budaya dapat dilakukan masyarakat dengan mengedepankan nilai nilai budaya, sebagaimana yang dilakukan pada hari raya Tumpek Landep ini"

Pasupati Sebagai Media Sakralisasi
Upacara pasupati merupakan bagian dan upacara Dewa Yadnya, upacara mi ditata dalam suatu keyakinan yang terkait dengan Tri Rna. Upacara pasupati yang diyakini oleh manusia sejak dulu kala sampai kini hidup dalam proses budaya dan budaya tradisi kecil ke tradisi besar dan hidup sampai tradisi modern. Upacara ini bertujuan untuk menghidupkan serta memohon kekuatan magis terhadap benda-benda tertentu yang akan dikeramatkan. Menurut keyakinan Hindu khususnya di Bali segala sesuatu yang diciptakan oleh Ida Hyang Widhi mempunyai jiwa, termasuk yang diciptakan oleh manusia mempunyai jiwa/kekuatan magis dengan cara memohon kehadapan Sang Pencipta menggunakan upacara Pasupati. Hal itu dapat dibuktikan dalam beberapa sloka dalam kitab suci agama Hindu yang berbunyi, sebagai berikut:

“Bhurita Indra Wiryam tawa smaya Sya stoturma dhawan kamana prna
Anu tedyavabhahah wiryani nama
Iyam ca te prthiwi nama ojase”

Artinya:
Keselamatan-Mu sungguh hebat, Dewa Indra. Kami adalah milik-Mu, kabulkanlah Madhawan. Permohonan pemuja-Mu, langit yang megah seperti engkau. Kepada-Mu dan untuk kesaktian-Mu bumi mengabdi (Reg Weda).
Pemikiran di atas mengandung makna, penggambaran hubungan manusia dengan Tuhannya dapat melalui permohonan doa, kesucian pikiran ada kekuatan magic yang diyakini berkah Ida Hyang Widhi Wasa yang dilimpahkan pada umatnya. Secara simbolik upacara Pasupati berarti memberkahi jiwa (kekuatan magic) pada benda-benda budaya yang mempunyai nilai luhur dan memberikan kesejahteraan pada umatnya

Momentum upacara pasupati arca Maha Nandi, Arca Nandi kendaraan dewa siwa yang berusia 1200 tahun, pada hari raya tumpek landep (Hari raya penghormatan terhadap benda benda logam) diharapkan dapat menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap upaya pelestran dan penyelamatan benda cagar budaya Indonesia.Pemilihan tempat di bali karena Maha Nandi adalah arca peninggalan umat Hindu pada abad ke 8 yang sangat berharga, sebagai Marterpiece benda cagar budaya Indonesia, Arca Maha Nandi diharpkan dapat menjadi simbol kebangkitan dan kepedulian masyarakat bali yang religius hindu dan berbudaya,berbagai alasan lain mengapa bali juga ditunjuk sebagai tempat upacara tumpek landep pasupati, dikarenakan bali adalah jendela international untuk memperkenalkan kekayaan budaya bangsa Indonesia.


Dalam rangka sakralisasi maupun penyucian suatu benda seperti arca Maha Nandi harus melalui upacara prayascita dulu yang bermakna menghilangkan noda/kotoran yang melekat karena proses pembuatan benda tersebut. Secara niskala selanjutnya diadakan proses upacara “Dewa Prayascita”. Ada juga menyebut dibuat upacara Pasupati yang bermakna memberkahi kekuatan sinar suci Ida Hyang Widhi Wasa pada benda-benda tersebut. Ada pula mengatakan bahwa khusus upacara Pasupati bagi arca, Dewa-Dewa dilengkapi penulisan huruf magic. Mengacu pada pemikiran diatas upacara Pasupati di Bali masih ditradisikan di Bali, dimana arca maha nandi setelah dipasupati, amat diyakini oleh masyarakat, bahwa benda tersebut memiliki roh atau jiwatman dan terkandung kekuatan suci Ida Hyang Widhi/Ida Hyang Pasupati dan juga menjadi sungsungan masyarakat.

Keyakinan Uoacara diatas juga dibenarkan pula oleh pendapat tokoh antropologi yang mengatakan bahwa sistem kepercayaan masyarakat mengandung keyakinan dengan dunia gaib. Dewadewa, mahiuk halus, kekuatan sakti serta kehidupan yang akan datang pada wujud dunia dan alam semesta. Pemikiran diatas dikaitkan dengan upacara Pasupati membenarkan bahwa keyakinan yang tebal pada masyarakat setelah benda tersebut diupacarai pasupati akan diberkahi kekuatan sakti para dewa sebagai manifestasi Ida Hyang Widhi Wasa. Penulis juga pernah membaca pada lontar Tutur pasupati yang menggambarkan bahwa dengan memohon para dewa untuk memusnahkan segala kotoran untuk menemukan kesucian pada bhuwana alit dan bhuwana agung dengan berbagai mantra dan upakara, maka dari itu upacara pasupati tergolong upacara dewa yadnya.