Corporate Social Responsibility Program By

PT . TOTAL QUALITY INDONESIA

arca mahanandhi

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

Pertama di Indonesia! Teknologi Jerman rekam “Sidik Jari” Arca Maha Nandi

Benda cagar budaya merupakan kekayaan yang tidak ternilai bagi sebuah bangsa , oleh karena itu segala upaya dilakukan semaksimal mungkin untuk menjaga dan melestarikannya. Namun dalam realitanya benda-benda cagar budaya ini mengalami tantangan yang besar dalam perjalanan untuk menjaga dan melestarikanknya, antara lain ancaman kerusakan yang disebabkan oleh alam maupun manusia; ancaman pencurian dan duplikasi mengingat nilainya yang tinggi; maupun ancaman yang terbesar yaitu tidak menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri karena sifatnya yang sangat terlindungi.

 Dengan berdasar pada tantangan-tantangan yang beberapa disebutkan diatas, masyarakat dunia akhir-akhir ini telah melakukan upaya untuk melindungi nilai-nilai sejarah dengan cara mempertemukannya dengan teknologi dan ilmu pengetahuan yang terkini. Salah satu yang tengah gencar dilaksanakan yaitu pemindaian 3 Dimensi (3D Scan) benda-benda bersejarah di seluruh belahan dunia. Prinsip utama proses pemindaian ini yaitu mengidentifikasi dan merekam geometri obyek fisik serta merepresentasikan dalam bentuk data digital 3 Dimensi. Teknologi 3D scanning ini memungkinkan perekaman data secara akurat dan presisi , yaitu rata-rata dalam skala per seribu millimeter. Hal tersebut tentunya membawa dampak yang sangat besar dalam upaya para arkeolog untuk mempelajari, menyimpan catatan, mengkonservasi, maupun mendistribusikan edukasi yang terkait benda cagar budaya.

Manfaat-manfaat yang telah dicatat dari proses 3D scanning dari berbagai belahan dunia untuk kepurbakalaan antara lain:

  • Sebagai database/ catatan otentik atas benda-benda bersejarah
  • Sebagai bahan evaluasi atau mempelajari benda-benda bersejarah tanpa harus dibatasi ruang dan waktu dimana letak benda tersebut berada.
  • Sebagai alat bantu visualisasi atau representasi dengan menggunakan media digital
  • Sebagai petunjuk utama untuk pembuktian ke-otentikan benda lain yang sedang dipertanyakan keasliannya
  • Dsb.

Studi kasus telah dilakukan di Indonesia yaitu untuk Benda Cagar Budaya “Arca Maha Nandi”. Proses 3D scanning Maha Nandi dilakukan pada tanggal 4 april 2011 oleh CV. Rannova Technology dengan menggunakan teknologi tertinggi yang tersedia dalam dunia 3D scanning yaitu dengan menggunakan mesin GOM Atos II buatan Jerman yang mengaplikasikan sistem White Light Photometric 3D Scanning.

Keuntungan utama penggunaan sistem photometric yaitu proses perekaman yang menggunakan berkas sinar putih yang ditangkap oleh sepasang High Resolution stereo camera dimana menghasilkan data yang sangat akurat dengan jumlah 2 juta titik per shot (point clouds) dalam waktu yang sangat singkat yaitu 0.8 detik per shot. Keuntungan lain yang sangat membedakan dengan sistem yang lain yaitu Photometric 3D scanning ini masuk dalam kategori non-contact surveying system, yang berarti proses scanning berlangsung dengan tanpa menyentuh obyek yang sedang di scanning.

Tentu saja hal tersebut merupakan hal yang paling esensi dalam penanganan Benda Cagar Budaya, dimana contact system akan berpeluang untuk dapat melukai atau setidaknya meninggalkan bekas pada benda-benda yang ada  kalanya sangat rapuh mengingat usianya. Hasil dari proses 3D Scanning Arca Maha Nandi dipergunakan sebagai database otentik ( sidik jari) dari Arca tersebut (Oleh : Stefanus Ongkodjojo,MSc. Rannova Technology)