Corporate Social Responsibility Program By

PT . TOTAL QUALITY INDONESIA

arca mahanandhi

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

Total Quality Gerakkan 80 Korporasi Masyarakat Bisnis Untuk Cinta Budaya

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki sejarah yang besar, Jika anda berfikir bahwa 800 hingga 1400 tahun yang lalu India adalah Pusat kebudayaan Hindu Buddha, anda salah!, Nusantara adalah Pusat kebudayaan Dunia, Pada Masa Klasik abad ke VII-IX itu Dinasti Syailendra dan Dinasti Sanjaya telah membawa Nusantara menjadi bagian utama Pusat kebudayaan Dunia, dan kerajaan Majapahit abad ke XIV telah menjadikan indonesia sebagai pusat ekspansi raja raja nusantara.


Begitu banyak peninggalan purbakala yang membuktikan bahwa Indonesia adalah Bangsa yg besar, bangsa dengan masa lalu yang laur biasa, Lalu bagaimana dengan masa kini dan masa yang akan datang? Apakah kita tetap akan menjadi bangsa yang besar?

Terdorong oleh visi yang besar dan keprihatinan yang mendalam atas bangsa ini Johan Yan seorang budayawan, komisaris PT. Total Quality Indonesia, pecinta cagar budaya mencoba berinisiatif menggugah kepedulian korporasi dunia bisnis dan masyarakat luas untuk aktif dan ikut ambil bagian membantu program pemerintah dalam upaya pelestarian dan penyelamatan cagar budaya.


"Ada begitu banyak dana Corporate Social Responsibility didunia usaha yang dialirkan bagi pengembangan kemanusiaan setiap tahun, namun tidak banyak yang peduli untuk mengembangkan budaya" kata Johan Yan mengungkapkan keprihatinannya. Berawal dari gagasan inilah Total Quality Indonesia menghadirkan Pameran benda cagar budaya bertajuk "Private Exhibition of Indonesian Masterpiece", sebuah pameran cagar budaya yang sangat unik hingga mampu menarik perhatian lebih dari 80 direktur korporasi bisnis untuk keduli cagar budaya Indonesia.

Pameran itu sendiri diadakan di hotel Meritus Surabaya pada tanggal 28 september 2012 dibuka dengan pameran budaya dan ditutup dengan Director Diner Club bersama Prof. Dr. Timbul Haryono, M.A, M.Sc, Pakar Arkeometalurgi dari Universitas Gajah Mada.

Untuk menggerakan kecintaan Masyarakat Luas akan cagar budaya Total Quality Indonesia menampilkan 13 Benda cagar budaya diantaranya : Arca Maha Nandi berusia 1200 tahun yang oleh balai lelang International ditaksir senilai 6 juta USD (lihat www.arcamahanandi.com) dan Arca Tara bodhisattva, rupang Ajaib Tara bodhisattva berusia 800 tahun peninggalan Mojopahit yg secara khusus mendapat perhatian dari His Holiness  Dudjom pemimpin tertinggi Buddha dari Buthan, dalam pameran unik cagar budaya tersebut kita juga akan menjumpai beberapa koleksi cagar budaya unik, dari pencabut bulu, wadah peleburan emas era Mojopahit, replika cagar budaya yang terbuat emas murni hingga Arca batu Siwa Maha dewa dan Lingga Yoni koleksi Arya Sidemen.

Disamping menggerakan dunia korporasi bisnis untuk lebih peduli cagar budaya, Johan Yan juga memanfaatkan event corporate social responsibility Total Quality ini untuk mengedukasi masyarakat luas tentang UU cagar budaya no 11 tahun 2010, diharapkan adanya kepedulian segenap komponen bangsa akan upaya pelestarian dan penyelamatan benda cagar budaya.

"Tidak bisa berpangku tangan kepada pemerintah saja, ini panggilan kita semua, masyarakat bisnis, dan dunia usaha harus bisa melihat program CSR ini sebagai peluang untuk dapat dikenal masyarakat luas" ujar Johan Yan, "Gerakan kepedulian ini bersifat edukatif, eksekusinya kami serahkan kepada masing masing korporasi untuk berkiprah dengan cara masing masing"

Upaya Total Quality dalam menarik perhatian dan Diharapkan pameran "Private Exhibition of Indonesian Masterpieces" CSR Total Quality Indonesia ini dapat mengedukasi masyarakat umum betapa tingginya nilai budaya kita di mata international, diharapkan dengan demikian timbulnya kepedulian masyarakat terhadap upaya upaya pelestarian dan penyelamatan BCB sesuai UUCB no 11 tahun 2010.

Masayarakat korporasi bisnis menjadi target utama pameran ini diharapkan pula sosialisasi ke para pebisnis (direktur, owner) untuk support program pemerintah dalam upaya pelestarian budaya lokal sebagai identitas organisasi, Menginformasikan akses akses ke pemerintah kepada para pebisnis dalam upaya pengembangan CSR ke wilayah pelestarian budaya. Semoga upaya unik ini dapat membawa kita semua untuk lebih peduli dan mencintai cagar budaya Indonesia.